Archive for the ‘bisnis’

MIMPI TERLARANG07.28.10

Berikut ini cerita tentang seorang anak petani miskin di sebuah sekolah dasar di australia di sebuah wilayah pedesaan yang cukup terpencil.
Beberapa puluh tahun yang lalu, disuatu hari saat anak ini sekolah, sang guru seni menyuruh anak didiknya untuk menggambar rumah impiannya, sangat tidak disangka anak petani miskin ini menggambar rumah yang sangat besar dan mewah. Dengan keyakinan tinggi si anak merasa bahwa gambarnya bagus dan layak mendapatkan nilai A, namun apa yang terjadi ? sang guru memberikan nilai F untuk gambarnya tersebut.

Anak tersebut memprotes sang guru, “Kenapa engkau memberikan aku nilai F padahal rumah yang ku gambar sangat bagus ?”

Sang guru menjawab, “Engkau terlalu menghayal ! bagaimana mungkin engkau seorang anak petani miskin di desa kecil ini dapat memiliki rumah besar dan mewah seperti itu ? sangat tidak masuk diakal !!”

Rupanya anak kecil tersebut benar-benar kecewa dengan penilaian gurunya tersebut, namun dia tidak putus asa, kejadian ini membuat dia benar-benar berjuang keras untuk mewujudkan mimpinya.

Di akhir cerita, terbuktilah bahwa anak petani di desa terpencil tersebut berhasil mewujudkan mimpinya, ia sekarang sudah menjadi pengusaha sukses dan berhasil membangung sebuah rumah besar dan mewah seperti yang dahulu diimpikannya.

Saat rumah tersebut selesai dibuat, ia mengundang teman2 dan warga disekitar rumahnya, termasuk gurunya yang dahulu memberikan nilai F untuk mimpi besarnya.

Sang guru hanya bisa terdiam dan tercengang saat melihat sebuah gambar yang sudah lusuh dalam sebuah pigura yang indah, sebuah gambar rumah besar dan mewah dengan nilai F, tulisan tangan sang guru.

Pelajaran berharga yang bisa diambil dari kisah ini, jangan pernah berkecil hati jika orang-orang menertawakan mimpi2 Anda, jangan takut mengejar mimpi meskipun Anda dianggap sebagai orang gila. Jangan khawatir, hampir sebagian besar pengusaha sukses dan orang2 hebat di dunia ini pernah dianggap gila oleh banyak orang.

www.pengusahamuslim.com

Posted in bisniswith No Comments →

JADWAL IMSAKIYAH 1431 H/201007.17.10

DOWNLOAD JADWAL IMSAKIYAH 1431 H/2010

Tags:

Posted in bisniswith No Comments →

Dari Penjahit Menjadi Miliarder01.10.10

forbes.com
Lebih dari 2.600 butik pakaian telah didirikan Zhou Chengjian di seluruh penjuru China. Kini, bisnisnya bahkan telah memasuki Taiwan dan Hong Kong. Hebatnya, Chengjian memulai usahanya dari nol sebagai seorang penjahit biasa.

Lebih dari 2.200 merek pakaian dan 3.000 desain baru setiap tahunnya dijual di tokonya. Ekspansi yang terus digencarkan Chengjian pun semakin menambah pundi-pundi kekayaannya. Forbes mencatat, nilai kekayaan Chengjian mencapai USD2,6 miliar pada tahun ini dan menduduki peringkat 246 orang terkaya di dunia.

Tak aneh jika mantan penjahit ini didaulat sebagai miliarder pendatang baru yang sukses dengan bisnis pakaiannya, Metersbonwe. Chengjian selalu mengatakan bahwa lakukan bisnis besar dan galilah otak untuk meraih keuntungan. Dia mengutarakan bahwa pemerintah telah menawarkan berbagai sumber daya dan memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk mengeksplorasinya.

“Terpenting, memulai bisnis bukan urusan sepele, tetapi kita harus mencari pasar yang lebih sulit dibandingkan menemui wali kota,” paparnya.

Pada 1982, ketika Chengjian berusia 17 tahun, ia mendirikan butik pakaian di kota kelahirannya, Zhejiang. Namun, tanpa dukungan modal yang kuat, akhirnya toko tersebut gulung tikar.

Sedikit putus asa, pada 1986, dia pun bekerja pada sebuah perusahaan menjadi seorang penjahit. Namun, kerja keras adalah prinsip yang selalu dipegangnya. Sebagai penjahit, dia bekerja selama 16 jam per hari, bahkan kadang-kadang lebih. Walaupun sebagai karyawan, dia tetap mengutamakan inovasi dan kreativitas dalam bekerja. Ketika itu, dia lebih rajin menjahit pakaian jas resmi.

Dia pun berani mengubah jas yang identik dengan panjang dan lebar menjadi lebih ketat. Atas inovasi itu, Chengjian pun meraih kesuksesan dan mendapatkan pujian dari sang bos. Terinspirasi dari prestasinya sendiri, Chengjian pun berpikir untuk memulai bisnis baru. Dia ingin melepaskan diri dari bos lamanya.

Dia menjahit pakaiannya sendiri dan menjualnya ke pasar-pasar. Bahkan, dia pun menjual pakaian tersebut ke hotel-hotel tempat menginap wisatawan. Dengan kerja keras tersebut, hingga pada akhir 1993, mimpi Chengjian untuk memiliki bisnis dengan modal yang kuat terealisasi.

Pada 1994, Chengjian menginvestasikan 4 juta yuan untuk mendirikan Metersbonwe, sebuah perusahaan garmen. Ketika itu dia menerapkan strategi pasar dengan tidak menjual jas resmi. Namun, dia memilih menjual pakaian olahraga karena belum memiliki banyak pesaing.

Chengjian pun lebih fokus pada produk pakaian kasual dibandingkan formal. Dia mengatakan, harga pakaian tersebut memang cenderung lebih murah. Namun, secara kuantitas jumlah penjualannya terus mengalami peningkatan sehingga keuntunganpun semakin banyak. Kenapa berbisnis pakaian? Chengjian menganggap bahwa pakaian selalu dibutuhkan orang dan hampir tak ada rumah yang tidak memiliki pakaian.

Semua rumah pasti dihuni orang yang menggunakan pakaian. Jumlah produk pakaian juga bisa dihitung dengan jumlah penduduk suatu negara dan dikalikan dengan dua atau tiga.

“Populasi manusia pastinya makin bertambah, maka jumlah pakaiannya juga akan bertambah,” paparnya. “Berikan saya 10.000 kesempatan untuk berbisnis, saya tetap akan memilih bisnis pakaian,” cetusnya.

Prestasi yang telah diraih Chengjian pun diapresiasi oleh Pemerintah China. Pada 2003, dia meraih penghargaan Tokoh Ekonomi China. Maklum, dia merupakan pengusaha China pertama yang menerapkan prinsip virtual operation dan model jaringan butik dalam industri pakaian.

Pada 2001, Chengjian menerapkan manajemen kualitas untuk mengenalkan kualitas produk pakaian, desain, pengembangan pasar, dan informasi pelayanan penjualan. Tak bisa disangkal, Metersbonwe pun menjadi salah satu peritel pakaian kasual terbesar di China.

Hingga pada 2004, Metersbonwe pun diakui sebagai merek paling favorit bagi generasi muda di China. Pada 2005, Metersbonwe kembali meraih penghargaan merek terbaik. Chengjian berhasil memoles Metersbonwe menjadi sebuah merek yang benar-benar menjadi kiblat konsumsi pakaian oleh rakyat China. Bagi dia, loyalitas pelanggan dan memelihara reputasi merupakan kunci sukses dalam bisnis pakaian

“Selanjutnya, tinggal melakukan pengembangan komunitas pelanggan dan komunitas bisnis,” paparnya.

Tidak ketinggalan, Chengjian pun selalu merekrut sumber daya manusia kelas satu untuk mendesain pakaian dan bekerja sama dalam tim.

Bahkan, Chengjian selalu memotivasi anak buahnya untuk bekerja sama dengan para perancang di Prancis, Italia, dan Hong Kong. Tak mengherankan jika setiap tahun Metersbonwe mampu menghasilkan lebih dari 3.000 desain pakaian baru. Setiap tahunnya, Chengjian memproduksi lebih dari 30 juta pakaian yang disebar ke seluruh China.

Menghadapi pasar global, dia pun mengaku siap untuk melakukan ekspansi ke berbagai negara. Tentunya, dia siap bersaing dengan merek-merek pakaian ternama yang telah mendunia lainnya. Hanya dalam beberapa tahun setelah dirikan, aset Metersbonwe dari 1 juta yuan meningkat menjadi puluhan juta yuan.

Nama Chengjian pun selalu disebut sebagai fenomena baru dalam industri pakaian di China. “Produksi akan menentukan sebuah mereka dan meminjam jaring ikan untuk meraih pasar. Itulah strategi bisnis yang dikembangkannya,” paparnya seperti dikutip dari wayenet.

Dalam bisnis, Chengjian selalu menganggap bahwa bisnis selalu penuh dengan risiko. Namun, tegas dia, jika seorang pengusaha mampu mengelola risiko menjadi sebuah peluang, keuntungan besar akan selalu diraih. Dia selalu mengutip analogi bahwa seorang pengusaha harus seperti kura-kura yang selalu berjalan lurus dan jangan meniru kelinci yang sering salah mengambil jalan. Setiap pagi hari, Chengjian selalu berolahraga dengan lari pagi.

Dia menganggap bahwa lari pagi merupakan aktivitas yang paling menyenangkan selain bekerja. Dia menganggap bahwa dia selalu menemukan hal baru ketika dia berlari dan bertemu dengan banyak orang.

“Tapi ingat, jangan selalu mengambil rute yang sama,” paparnya.

Bisa jadi Chengjian pun disebut banyak media di China sebagai orang yang luar biasa dan tidak umum dibandingkan orang di usianya. Kenapa? Tak bisa dimungkiri bahwa dia adalah orang yang sangat hiperaktif. Kini, selain bisnis pakaian, Chengjian pun membuka bisnis penginapan. Dia berniat membangun 1.000 penginapan di seluruh China.

Sisi lain Chengjian adalah dia tidak malu mengakui asal usulnya sebagai anak seorang petani. Chengjian mengakui melalui masa kecilnya dengan bahagia di perdesaan. Semasa belajar di sekolah dasar, dia sering menjadi korban kekerasan dan perkelahian.

Namun, dia mengaku selalu membalas ketika ada temannya yang memukul dan selalu melawan jika ada orang yang menantangnya. “Walaupun demikian, identitas saya adalah orang desa. Biarlah orang yang menilai. Saya sering disebut anak kerdil. Dengan perjuangan hidup yang keras, saya memiliki jati diri,” papar Chengjian.

Dia mengaku, sedari kecil telah beranggapan bahwa tidak akan maju ketika tinggal di desa. Karena itu, dia memilih merantau ke kota. “Ketika itu, saya ingin membuktikan kepada orang lain bahwa saya mampu memberikan kebanggaan pada mereka,” ungkapnya kepada chinaretail.org.
Selanjutnya, Chengjian juga menganggap bahwa pekerjaan yang dilakukannya selalu menyenangkan. Dia berpikir bahwa dirinya tidak akan menemui kesulitan jika melakukan pekerjaan dengan rasa senang. “Walaupun hasil pekerjaan tidak menyenangkan, kita harus bersikap tenang dan senang,” paparnya.

http://www.okezone.com

Posted in bisniswith No Comments →

Gara-Gara Gak Punya Email01.07.10

Sangat Inspiratif

Seorang pemuda tamatan SMA melamar pekerjaan menjadi cleaning cervices
di perusahaan paling kesohor di negaranya. Setelah tes dan wawancara, sang pemuda tadi diberi tahu oleh manager SDM perusahaan tersebut bahwa
ia dinyatakan lulus. Manager SDM berkata kepadanya : Terkait dengan
kapan Anda mulai bekerja dan apa saja yang akan menjadi kewajiban Anda,
nanti akan diinformasikan langsung via email.

Mendengar kata email itu, sang pemuda tadi berkata dengan santai :
Saya gak punya komputer dan gak punya email pak. Lalu, sang manager SDM
kaget sambil berkata : Hari gini Anda gak punya email? Yang gak punya
email berarti ia mati dan orang mati tidak berhak bekerja. Kalau
begitu, Anda dinyatakan gagal. Mendengar ucapan tersebut pemuda yang
tadinya terlihat gesit dan semangat itu, tiba-tiba lemas dan terlihat
amat kesal bercampur kecewa. Mukanya jadi lesu dan pandangannya jadi
ngambang.

Tak lama kemudian, ia pulang sambil menelan kepedihan dalam hati yang tak terhingga. Pupus sudah impian dan cita-citanya untuk bekerja di
perusahaan besar itu, hanya gara-gara tidak memiliki saluran komunikasi
maya yang bernama email

Dalam perjalanan pulang menuju rumah, sang pemuda itu berfikir dan
merenung dalam-dalam apa kira-kira pekerjaan yang mungkin lagi ia
lamar. Bekal hidup semakin hari semakin menipis dan bahkan uang yang
dimilikinya tak lebih dari 100 ribu rupiah. Ia mulai menimbang dan
berkalkulasi. Dalam hatinya berkata : Kalau uang tersebut dijadikan
biaya transportasi melamar pekerjaan dan untuk keperluan makanan,
paling hanya cukup untuk tiga hari. Tiga hari itu tentulah tidak cukup
waktu untuk melamar dan menunggu hasil tesnya. Itupun kalau lulus.
Kalau tidak? Yang terjadi adalah, bekal habis, pekerjaanpun tidak dapat.

Setelah berfikir panjang dan merenung dalam-dalam, terbetik dalam hati
kecil sang pemuda itu untuk merubah haluan pikirannya, yakni dari
mencari kerja menjadi pedagang. Trauma ditolak menjadi karyawan hanya
gara-gara tidak punya email, membuat pemuda tersebut semakin kuat
dorongannya untuk mencoba berdagang. Bukan hanya banting ster
pemikiran, arah jalanpun ia putar dari menuju rumah menjadi menuju
pasar.

Setelah keputusan itu diambilnya dengan mantap, ia turun dari kendraan
umum yang mengarah ke tempat tinggalnya dan naik kendraan umum lain
yang menuju pasar sayur-sayuran dan buah-buahan. Sesampaianya di pasar
yang tergolong paling crowded dan becek itu, ia berfikir lagi apa
gerangan yang paling pas ia dagangkan dengan modal 75 ribu rupiah
sehingga sisanya yang 25 ribu rupiah lagi bisa ia pakai dan manfaatkan
untuk transportasi dan biaya makan paling tidak untuk satu hari.
Sebelum memutuskan membeli barang dagangannya, ia berkeliling ke semua
pojok dan kios perdagan buah-buahan dan sayur-sayuran yang ada di pasar
itu. Tak kurang dua jam lamanya ia berkeliling ke sana dan kemari.
Dalam hatinya timbul pertanyaan: pasar sebesar ini, masak
brang-barangnya tidak terlalu banyak sehingga sulit melakukan pilihan.

Apalagi sayur-sayuran yang ada terlihat tidak terlalu segar.
Melihat kondisi seperti itu ia memberanikan diri bertanya pada seorang
pedagang yang sedang duduk-duduk sambil menikmati secangkir kopi di
kiosnya : Pak? Mau tanya, ucap anak muda itu. Kalau mau cari
buah-buahan atau sayur-sayuran yang segar di sebelah mana ya? Bapak
berumur setengah baya itu dengan gembira menjawabnya : Begini dek..
sekarangkan sudah sore.
Buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar sudah habis sejak tadi siang.
Kalau adik mau yang segar dan baru, nanti malam sekitar jam 23.00
datang lagi. Para pedgang besar dan supplier biasanya datang membawa
barang dagangannya ke sini jam segitu. Nanti kamu bisa pilih sepuasnya¦

Mendengar keterangan si bapak pemilik kios itu, anak muda itu
menghadapi masalah pelik baru, yakni antara menunggu atau pulang dulu
ke rumah, nanti jam 23.00 malam baru datang lagi. Menunggu bukanlah
pekerjaan yang mudah. Pulang juga bukan pilihan yang baik, karena akan
memakan ongkos yang cukup lumayan dan sudah pasti mengurangi modal yang
ada. Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk menunggu sampai jam 23.00 di
mana suasana pasar akan berubah 180 derajat dari suasana yang
dilihatnya saat itu.

Sambil menunggu waktu perdagangan malam tiba, ia menemukan ide yang
cukup bagus, yakni diskusi dengan si bapak pemilik kios tadi seputar
hal ihwal perdagangan sayur dan buah-buahan. Tujuannya tak lain, kursus
kilat berdagang sayur-sayuran atau buah-buahan. Pemilik kios tersebut
dengan ramah dan senang hati menerima tawaran anak muda itu.

Diskusipun berjalan serius dan terkadang seram, khususnya saat bapak
itu bercerita kondisi sulit waktu menghadapi beberapa kali usahanya
bangkrut sehinga ia dan keluarganya jatuh miskin. Namun, kata bapak
itu, adik jangan takut karena bersama kesulitan, pasti ada kemudahan.
Itu janji Allah, kata bapak tadi, dan bapak merasakannya berkali-kali
dalam kehidupan ini. Kesulitan artinya mengundang kemudahan, lanjut
bapak tadi. Diskusipun terjadi selama sekitar enam jam, hanya disela
shalat magrib dan isya.

Sekarang jarum jam telah menunjukkan angka 23.00. Para pedagang besar
muali berdatangan dengan truk-truk yang penuh sesak buah-buahan dan
sayur sayuran. Para kuli bongkarpun dengan cekatan dan penuh semangat
mengeluarkan barang-barang dari dalam truk-truk besar itu.Tidak sampai
dua jam, pasar yang tadinya kosong menjadi tumpukan buah-buahan dan
sayur-sayuran segar. Mendadak saja pasar menjadi sangat ramai oleh
kehadiran para pedagang yang datang dari berbagai penjuru kota untuk
membeli keperluan dagangan mereka dan dijual kembali esok harinya di
warung mereka atau disuplai ke pelanggan-pelanggan mereka.

Tak dirasa anak muda itupun larut dengan suasa yang sangat hidup itu.
Rasa capek dan ngantukpun hilang. Ia mulai melihat ke sana ke mari
sambil memutuskan jenis barang dagangan apa yang akan ia beli.
Tiba-tiba matanya tertuju kepada tumpukan tomat segar dan matang,
bening dan berwarna kemerah-merahan yang menumpuk di dalam satu kios
yang terletak di blok yang berbeda dengan kios seorang bapak yang
menjadi trainer dan teman diskusinya saat menungu waktu perdagangan
tiba. Akhirnya anak muda itu memutuskan membeli satu boks tomat matang
dan segar itu. Ajaibnya, setelah ia tanya kepada sipedagang, harganya
pas sejumlah uang yang telah disiapkannya, yakni 75 ribu rupiah. Satu
boks itu berisi 25 kg tomat segar dan berkualitas baik.
Akhirnya anak muda itu membeli satu boks tomat matang segar seharga 75
ribu rupiah. Iap segera pulang sambil mencari omprengan menuju
rumahnya. Ia sampai ke rumah pas waktu azan subuh berkumandang. Rasa
ngantuk ia lawan sekuat tenaganya. Setelah mandi dan berwudhuk, ia
putuskan untk tidak meninggalkan kebiasaannya shalat subuh berjamaah di
masjid dekat rumahnya, kendati belum tidur sama sekali. Setelah shalat
jamaah selesai, seperti biasa, ia membaca dzikir yang disunnahkan Rasul
Saw. Setelah itu ia larut dalam doa. Di antaranya :
Yaa Allah! Engkau Maha Tahu dan hamba tidak tahu sama sekali mana yang
lebih baik buat dunia hamba, agama dan akhirat hamba. Jika berdagang
ini lebih baik bagi hamba, agama dan akhirat hamba, maka mudahkanlah
dan mohon diberkahi, yaa Arhamarrahimiin

Saat pulang dari masjid menuju rumah, kalkulasi dan feeling bisnisnya
mulai tumbuh. Dalam hatinya berkata : 75 ribu rupiah, dibagi 25 kg sama
dengan 3 ribu rupaih perkilogramnya. Agar aku tahu harganya di tingkat
eceran, aku harus mengecek berapa harga tomat di warung dekat rumahku.
Setelah ditanya, pemilik warung itu menjelaskan harganya 6 ribu rupiah
perkilogramnya. Mendengar jawaban si pemilik warung itu, ia berkata
dalam hatinya : Kalau satu boks tomat yang aku beli tadi malam habis
terjual semuanya hari ini, wah aku bisa dapat keuntungan 100 % dong?
Dibeli 3 ribu rupiah dan dijual 6 ribu rupiah perkilonya. Kalau saja
aku berjualan 6 hari sepekan berarti sebulan 24 hari. Kalau sehari aku
dapat keuntungan 75 ribu rupiah, berarti dalam sebulan aku bisa dapat
keuntungan satu juta delapan ratus ribu rupiah. Artinya, dalam sebulan
aku mendapat keuntungan 2.400 %. Subhanallah…
Begitulah hitung-hitungan bisnis mulai tumbuh dan berkembang dalam
benak anak muda itu. Agar tidak buang-buang waktu, ia segera mengambil
sepeda bututnya untuk dijadikan kendraan kelilingnya di daerah tempat
tinggalnya sambil membawa satu boks tomat segar dagangannya.

Dengan mengucap basmalah dan penuh tawakkal pada Allah, ia mendayungkan
sepedanya sambil berteriak : Tomat segaaarr ibu-ibu tak perlu
jauh-jauh ke warung membelinya kualitas barangnya terjamin Harganya
bersaing. Hampir setiap ibu-ibu mendengar suara aneh itu membuka
pintunya dan membeli tomatnya, ada yang seperempat kilo, ada yang
setengah kilo dan bahkan ada yang dua kilo.
Di antara para pembeli tomatnya ada seorang ibu yang kaget
terheran-heran sambil berkata : Eh? Kamukan anak si Fulan? Bukannya
kamu lulus menjadi kariawan perusahaan ternama itu? Kok sekarang malah
menjadi pedagang tomat asongan? Kasiaan deh kamu? Anak muda itu tak
menjawab pertanyaan ibu itu. Ia hanya tersenyum saja. Dalam hatinya
berkata, yang penting aku dapat uang, dari kerja kek, dari dagang
keliling kek, yang penting halal dan cukup buat kebutuhan hidupku dan
orang tuaku..
Tak terasa anak muda itu berhasil menjual semua barang dagangannya
hanya dalam tempo tiga jam saja. Hatinya gembira tak terkira. Artinya,
sekitar jam 09.00 pagi dagangannya sudah habis terjual dan ia mendapat
keuntungan 75 ribu rupiah, artinya untungnya seratus persen. Semangat
bisnisnya semakin meningkat. Tawakkalnya pada Allah semakin besar.

Begitulah kegiatan anak muda itu setiap hari, setiap pekan dan setiap
bulan. Uangnya tak terasa semakin banyak. Bahkan usahanya sudah
merambah ke berbagai jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. Hanya dalam
tiga tahun, ia sudah bisa membeli tiga mobil niaga yang digunakan
mengirim dagangannya ke berbagai warung dan super market karena ia
sudah menjadi supplier handal.
Bersamaan dengan pertumbuhan bisnisnya, tawakkalanya pada Allah semakin
tebal. Keyakinannya pada Rasul Saw. semakin besar, sambil berkata dalam
hatinya :
Sungguh benar Engkau wahai Rasulullah tercinta, bahwa pintu rezki yang
lapang itu ada pada perdagangan, bukan pada kerja dan jadi karyawan.
Sambil meneteskan air mata syukur, ia berkata :

Yaa Robb sekiranya aku dulu punya email aku diterima jadi cleaning
service di perusahaan besar itu. Paling gajiku standar UMR, alias satu
koma dua juta.. Itupun setelah beberpa tahun bekerja.

Sekarang, omset bisnisku sehari hampir 10 kali lipat gajiku sebulan
Yaa Allah Ini adalah cobaan terbesar dalam hidupku apakah aku jadi
hamba-Mu yang bersyukur atau kufur. Karena itu, jadikanlah aku hamba-Mu
yang bersyukur dan masukkanlah aku ke dalam hamba-hamba- Mu yang saleh..
Aamiiina yaa Robbal alamin (www.eramuslim. com)

Posted in bisniswith No Comments →

cara gagal membangun bisnis02.06.09

wah.. pasti pada nanya2x nih, kok share tentang cara gagal membangun bisnis bukannya cara berhasil membangun bisnis. gini, kalo tentang cara berhasil membangun bisnis mungkin uda pada tau, tp disisi lain uda tau blom cara membangun bisnis yang gagal? yah buat pelajaran kita aja, so kalo ada yang ngerasa cara2x dibawah ini sama yah siap2x aja gagal bro. yah inilah berdasarkan pengalaman gue :

1.Tidak memiliki tujuan yang jelas

terkadang pebisnis tidak mempunyai tujuan yang jelas, hanya tau depannya aja “pokoknya gw mau jualan barang ini atau jasa ini” tapi gak tau seperti apa bentuk bisnisnya itu di masa depan.

2. kurangnya pengetahuan mengenai bisnis yang akan dijalani

ada istilah tak kenal maka tak sayang, bagaimana mungkin menjalankan bisnis yang belum kita kenal, bagaimana mungkin akan sayang dengan bisnis yang dijalani tanpa mengenalinya. jika sudah tak kenal dan tak sayang, maka ada kendala sedikit saja mungkin sudah mundur.

oke, boleh aja bisnis yang dijalani blom pernah dijalani sebelumnya atau belum tau sama sekali tentang bisnis tersebut, tetapi bukan berarti tanpa tau secara mendalam bisnis tersebut (bagaimana menjualnya, siapa targetnya, apa kendalanya, dll), maen dijalanin aj, itu mah namanya “nekat”. setuju tidak ini…

3. Tidak memiliki target pasar yang jelas

Banyak orang berwirausaha tanpa menentukan siapa target pasarnya, apakah pelajar, ibu rumah tangga, teenagers, pegawai kantor, dll. sehingga pemilik usaha sulit untuk mengikuti apa yang diinginkan konsumennya, jelas aja karena gak tau siapa konsumennya.

4. salah memilih lokasi

khususnya dalam bisnis retail pemilihan lokasi sangat penting, terkadang beda 100 m saja hasilnya sudah jauh berbeda. apalagi bagi pebisnis pemula terkadang pemilihan lokasi tersebut kurang dipikirkan secara masak-masak.

5. kurang menghitung

bukan berarti orang yang memulai usahanya tidak menghitung, tetapi terkadang mereka berhitungnya kurang mendetail sehingga perhitungannya banyak yang meleset.

6. sdm yang tidak kompeten

banyak orang buka usaha dengan sdm yang seadanya, bahkan kadang dijadikan pegawai hanya karena hubungan saudara padahal yang direkrutnya tidak memiliki kompetensi yang diharapkan. mau negur gak enak, mau diganti gak enak, akhirnya usahanya malah tutup.

hal-hal di atas bukan untuk bikin sulit yang kepingin buka usaha dan menjadi seorang entrepeneur sejati. ingat “kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”. walaupun sudah dipersiapkan secara baik2x kemungkinan gagal akan tetap ada, namun jika kegagalan itu terjadi pasrahlah kepada Tuhan yang maha esa yang maha berkehendak, karena hasil akhirnya dialah yang menentukan.

Tetapi yang pasti jangan pernah bosan dan jangan pernah putus asa, ingat berapa kali Tomas A. Edison dipercobaan yang keberapa baru berhasil membuat bohlam, bahkan seorang Walt Disney yang memimpikan sebuah Walt Disney Park, baru terwujud setelah dia meninggal.

so, hindari yah hal2x di atas..

Posted in bisniswith 4 Comments →

  • You Avatar