Beberapa hari yang lalu setelah lembur dikantor, aku bergegas pulang. jam saat itu menunjukkan jam 18.50 yang artinya aku harus buru-buru ngacir untuk mengejar kereta jam 19.10, perjalanan dari kantor ke stasiun + 10 menit blom ditambah kalo ada halangan (bis nya lama atau macet).
beruntung, nunggu bis gak lama dan sampe di tempat pemberhentian bis 19.05 dan aku harus jalan lagi ke stasiun yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari tempat aku turun bis. sesampainya di stasiun banyak orang yang lari terburu-buru termasuk aku, untuk membeli tiket di loket. antrian panjang pun menambah suasana panik diloket, untungnya petugas loketnya udah pada pengalaman, melayaninya sangat cepat dengan tiket dan kembalian yang sudah dipersiapkan.
Akhirnya, sampai juga di depan loket, di depan muka petugas loket yang ikutan panik mungkin saat itu tinggal beberapa menit lagi kereta berangkat. langsung aku menyodorkan uang untuk beli tiket dan tiba-tiba ‘wuu….zz’ bagaikan badai ditengah lautan, tau-tau ada ibu-ibu menyerobot dari sebelah kiri dan berkata kepada petugas loket “pak buruan 1 !”, Astaghfirullah…. dalam hatiku ini ibu kok begini yah, padahal dia wanita seharusnya lebih sensitif dari pada aku, seenaknya menyerobot antrian walaupun untuk mengejar kereta yang hampir berangkat, apa gak kasian? sama orang-orang yang lagi antri di belakangku?
Terus terang ini bukan pertama kali aku melihat kejadian ini, tapi ini pertama kali aku mengalaminya. gak di mana-mana aku sering menyaksikan kejadian seperti ini, naik bis, naik kereta, loket pembayaran bahkan naik tangga pun serobot-serobotan, yang hanya untuk mengejar jam masuk kantor, jam tutup loket atau jam keberangkatan. kenapa masih banyak perilaku seperti ini? apakah karena tingkat pendidikan ataukah tingkat pelayanan yang kurang baik?
Menurutku, pendidikan dan pelayanan yang kita miliki saling terkait. contohnya, pendidikan dari wilayah kita yang paling kecil seperti di rumah, orang tua selalu menekankan kepada ranking atau nilai anaknya di sekolah tetapi jarang orang tua yang memperhatikan mengenai apa kegiatan ekskul anaknya di sekolah, padahal dengan mengikuti kegiatan ekskul bisa menumbuhkan rasa simpati dan empati kepada orang lain. pelayanan masyarakat kita pun ambil alih didalam kekisruhan ini, contoh di stasiun yang aq kunjungi di atas, tidak ada pembatas antrian dan gak ada keamanan yang menjaga antrian, walaupun petugas loketnya sudah sangat baik melayani dengan cepat, namun jika pengunjungnya tidak diawasi tetap saja kejadian tersebut akan terulang terus dan merugikan orang lain yang mengantri. Bahkan ditempat-tempat lain kadang petugas loketnya orang-orang yang sudah tua dan tidak sigap, mau negur gimana malah galakan dia, nungguin lama dan kalo kita nanya kadang jawabnya seenaknya.
Well, bagaimanapun keadaannya dan terburu-burunya usahakan jangan menyerobot antrian karena sangat merugikan orang lain, hanya demi memenuhi keinginan kita untuk tepat waktu atau capek karena antrian yang panjang padahal kejadian tersebut bisa saja karena kita berangkatnya kesiangan, bangun kesiangan, males, dll.