Hidup Adalah Seni
Ada orang yang untuk menyiasati kehidupan yang kurang berkecukupan, dia memakai ilmu imajinasi sederhana, namun sangat bermanfaat bagi keluarganya. Karena keuangan harus dihemat sana-sini, dan agar keluarganya tetap lahap makan, yang dilakukan adalah membeli piring yang ada gambar ikan. Harapannya adalah, ketika makan kalau ikannya satu dan kecil maka bisa terkesan secara imajinatif seakan-akan terlihat tiga atau empat, sebab dibantu dengan gambar ikan. Mungkin bahasa kerennya adalah mendapat efek plasibo.
Dan yang lainnya memakai ilmu pemadatan, yaitu kalau kita pada umumnya makan tiga kali sehari, agar hemat dia hanya makan cukup dua kali yaitu pagi dan sore. Sedangkan, siangnya hanya minum air putih saja. Sebab kalau siang makan di tempat kerja biayanya menjadi mahal. Sedangkan kalau membawa bekal dari rumah, disamping sarapan pagi sudah dibagi-bagi dengan keluarganya, juga tidak memungkinkan bekal makanan dimakan di kantor.
Ada juga yang melakukan jalan kaki ke kantor, khususnya pagi hari. Disamping sehat, juga menghemat keuangan. Tentunya temen saya ini memang kantornya kisaran 7 KM. Sambil menutupi kemiskinannya, dia selalu berangkat ke kantor seolah-olah dengan alasan berolah raga, padahal aslinya tidak punya uang untuk membayar ongkos kendaraan. Sehat dapat, keren juga dapat ……..
Seni Hidup adalah cara untuk menghadapi hidup. Permasalahannya adalah kita siap tidak untuk selalu belajar menyiasati kehidupan. Dan salah satu syarat pokoknya adalah kita berani melepas jauh-jauh yang namanya gengsi. Cara melepasnya adalah, kita harus yakin bahwa gengsi itu tidak bisa dimakan.
Berani menghadapi seni hidup produktif ?
sumber : www.cybermq.com


Assalaamu’alaikum wr.wb.
Orang yang mempunyai sifat gengsi maka hidupnya tidak akan pernah tenang, selalu merasa khawatir orang2 disekelilingnya akan mengetahui “kekurangan”nya. Dia tidak menyadari bahwa hidupnya penuh dengan kepura-puraan yang mengakibatkan dusta berkepanjangan, misalnya tidak kaya tapi pura2 menjadi orang yang berlebihan harta, akibatnya berani berhutang kesana kemari demi mempertahankan “gengsi”nya itu. Dan orang yang seperti itu lambat laun akan tersiksa oleh gaya hidupnya sendiri. Di lingkungannya pun ia termasuk orang yang tidak di sukai karena suka berdusta dan sombong. Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits,”Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan walau sekecil biji sawi.” Semoga Allah swt Senantiasa melindungi kita dari sifat2 yang dapat menyebabkan penyakit di dalam hati. Wallahu a’lam bishawab
Wassalaamu’alaikum wr.wb